<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Monyotlu&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://monyotlu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://monyotlu.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 May 2010 13:53:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='monyotlu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Monyotlu&#039;s Blog</title>
		<link>http://monyotlu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://monyotlu.wordpress.com/osd.xml" title="Monyotlu&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://monyotlu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Routing Information Protocol</title>
		<link>http://monyotlu.wordpress.com/2010/05/09/routing-information-protocol/</link>
		<comments>http://monyotlu.wordpress.com/2010/05/09/routing-information-protocol/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 13:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>monyotlu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monyotlu.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Routing Information Protocol Pendahuluan Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan berbasis lokal dan luas. Karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=monyotlu.wordpress.com&amp;blog=12654566&amp;post=23&amp;subd=monyotlu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Routing Information Protocol</strong></p>
<h2>Pendahuluan</h2>
<p><strong>Routing Information Protocol (RIP)</strong> adalah sebuah protokol  routing dinamis yang digunakan dalam jaringan berbasis lokal dan luas.  Karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai <a title="Interior Gateway Protocol (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Interior_Gateway_Protocol&amp;action=edit&amp;redlink=1">Interior   Gateway Protocol</a> (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma <a title="Distance-Vector Routing (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Distance-Vector_Routing&amp;action=edit&amp;redlink=1">Distance-Vector   Routing</a>. Pertama kali didefinisikan dalam <a href="http://tools.ietf.org/html/rfc1058">RFC 1058</a> (1988). Protokol ini telah dikembangkan  beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (<a href="http://tools.ietf.org/html/rfc2453">RFC 2453</a>). Kedua versi ini masih digunakan sampai  sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh  teknik-teknik yang lebih maju, seperti <a title="Open Shortest Path First (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Open_Shortest_Path_First&amp;action=edit&amp;redlink=1">Open   Shortest Path First</a> (OSPF) dan protokol <a title="OSI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/OSI">OSI</a> IS-IS. RIP  juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal  sebagai standar <em>RIPng</em> (RIP <em>Next Generation</em> / RIP generasi  berikutnya), yang diterbitkan dalam <a href="http://tools.ietf.org/html/rfc2080">RFC 2080</a> (1997).</p>
<h2>Sejarah</h2>
<p>Algoritma routing yang digunakan dalam RIP, <a title="Algoritma Bellman-Ford" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Algoritma_Bellman-Ford">algoritma Bellman-Ford</a>, pertama kali  digunakan dalam jaringan komputer pada tahun 1968, sebagai awal dari  algoritma routing <a title="ARPANET" href="http://id.wikipedia.org/wiki/ARPANET">ARPANET</a>.</p>
<p>Versi paling awal protokol khusus yang menjadi RIP adalah Gateway  Information Protocol, sebagai bagian dari PARC Universal Packet  internetworking protocol suite, yang dikembangkan di Xerox Parc. Sebuah  versi yang bernama <em>Routing Information Protocol</em>, adalah bagian  dari Xerox Network Services.</p>
<p>Sebuah versi dari RIP yang mendukung <a title="Internet   Protocol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Internet_Protocol">Internet Protocol</a> (IP) kemudian  dimasukkan dalam Berkeley Software Distribution (BSD) dari sistem  operasi Unix. Ini dikenal sebagai daemon routed. Berbagai vendor lainnya  membuat protokol routing yang diimplementasikan sendiri. Akhirnya, <a href="http://tools.ietf.org/html/rfc1058">RFC 1058</a> menyatukan berbagai implementasi di bawah  satu standar.</p>
<h2>Detail teknis</h2>
<p>RIP adalah routing vektor jarak-protokol, yang mempekerjakan hop  sebagai metrik routing. Palka down time adalah 180 detik. RIP mencegah  routing loop dengan menerapkan batasan pada jumlah hop diperbolehkan  dalam path dari sumber ke tempat tujuan. Jumlah maksimum hop  diperbolehkan untuk RIP adalah 15. Batas hop ini, bagaimanapun, juga  membatasi ukuran jaringan yang dapat mendukung RIP. Sebuah hop 16 adalah  dianggap jarak yang tak terbatas dan digunakan untuk mencela tidak  dapat diakses, bisa dioperasi, atau rute yang tidak diinginkan dalam  proses seleksi.</p>
<p>Awalnya setiap <a title="Router" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Router">router</a> RIP mentransmisikan / menyebarkan pembaruan(<em>update</em>)  penuh setiap 30 detik. Pada awal penyebaran, tabel routing cukup kecil  bahwa lalu lintas tidak signifikan. Seperti jaringan tumbuh dalam  ukuran, bagaimanapun, itu menjadi nyata mungkin ada lalu lintas  besar-besaran meledak setiap 30 detik, bahkan jika router sudah  diinisialisasi secara acak kali. Diperkirakan, sebagai akibat dari  inisialisasi acak, routing update akan menyebar dalam waktu, tetapi ini  tidak benar dalam praktiknya. Sally Floyd dan Van Jacobson menunjukkan  pada tahun 1994 bahwa, tanpa sedikit pengacakan dari update timer,  penghitung waktu disinkronkan sepanjang waktu dan mengirimkan update  pada waktu yang sama. Implementasi RIP modern disengaja memperkenalkan  variasi ke update timer interval dari setiap router.</p>
<p>RIP mengimplementasikan split horizon, rute holddown keracunan dan  mekanisme untuk mencegah informasi routing yang tidak benar dari yang  disebarkan. Ini adalah beberapa fitur stabilitas RIP.</p>
<p>Dalam kebanyakan lingkungan jaringan saat ini, RIP bukanlah pilihan  yang lebih disukai untuk routing sebagai waktu untuk menyatu dan  skalabilitas miskin dibandingkan dengan EIGRP, OSPF, atau IS-IS (dua  terakhir yang link-state routing protocol), dan batas hop parah  membatasi ukuran jaringan itu dapat digunakan in Namun, mudah untuk  mengkonfigurasi, karena RIP tidak memerlukan parameter pada sebuah  router dalam protokol lain oposisi.</p>
<p>RIP dilaksanakan di atas <a title="User   Datagram Protocol" href="http://id.wikipedia.org/wiki/User_Datagram_Protocol">User Datagram Protocol</a> sebagai protokol  transport. Ini adalah menugaskan dilindungi undang-undang nomor port  520.</p>
<h2>Versi</h2>
<p>Ada tiga versi dari Routing Information Protocol: RIPv1, RIPv2, dan  RIPng.</p>
<h3>RIP versi 1</h3>
<p>Spesifikasi asli RIP, didefinisikan dalam <a href="http://tools.ietf.org/html/rfc1058">RFC 1058</a>, classful menggunakan routing. Update  routing periodik tidak membawa informasi subnet, kurang dukungan untuk <a title="Variable Length Subnet Mask (halaman belum   tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Variable_Length_Subnet_Mask&amp;action=edit&amp;redlink=1">Variable Length Subnet Mask</a> (VLSM). Keterbatasan ini  tidak memungkinkan untuk memiliki subnet berukuran berbeda dalam kelas  jaringan yang sama. Dengan kata lain, semua subnet dalam kelas jaringan  harus memiliki ukuran yang sama. Juga tidak ada dukungan untuk router  otentikasi, membuat RIP rentan terhadap berbagai serangan.</p>
<h3>RIP versi 2</h3>
<p>Karena kekurangan RIP asli spesifikasi, RIP versi 2 (RIPv2)  dikembangkan pada tahun 1993 dan standar terakhir pada tahun 1998. Ini  termasuk kemampuan untuk membawa informasi subnet, sehingga mendukung <a title="Classless Inter-Domain Routing (halaman belum   tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Classless_Inter-Domain_Routing&amp;action=edit&amp;redlink=1">Classless Inter-Domain Routing</a> (CIDR). Untuk menjaga  kompatibilitas, maka batas hop dari 15 tetap. RIPv2 memiliki fasilitas  untuk sepenuhnya beroperasi dengan spesifikasi awal jika semua protokol  Harus Nol bidang dalam pesan RIPv1 benar ditentukan. Selain itu,  aktifkan kompatibilitas fitur memungkinkan interoperabilitas halus  penyesuaian.</p>
<p>Dalam upaya untuk menghindari beban yang tidak perlu host yang tidak  berpartisipasi dalam routing, RIPv2 me-<a title="Multicast" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Multicast">multicast</a> seluruh tabel routing ke semua router yang berdekatan di alamat  224.0.0.9, sebagai lawan dari RIP yang menggunakan siaran <a title="Unicast (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Unicast&amp;action=edit&amp;redlink=1">unicast</a>.  Alamat 224.0.0.9 ini berada pada <a title="Alamat IP   versi 4" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP_versi_4">alamat IP versi 4</a> kelas D (range 224.0.0.0 &#8211;  239.255.255.255). Pengalamatan <em>unicast</em> masih diperbolehkan untuk  aplikasi khusus.</p>
<p>(MD5) otentikasi RIP diperkenalkan pada tahun 1997.</p>
<p>RIPv2 adalah Standar Internet STD-56.</p>
<h3>RIPng</h3>
<p>RIPng (RIP <em>Next Generation</em> / RIP generasi berikutnya), yang  didefinisikan dalam <a href="http://tools.ietf.org/html/rfc2080">RFC 2080</a>, adalah perluasan dari  RIPv2 untuk mendukung IPv6, generasi Internet Protocol berikutnya.  Perbedaan utama antara RIPv2 dan RIPng adalah:</p>
<pre>    * Dukungan dari jaringan IPv6.
    * RIPv2 mendukung otentikasi RIPv1, sedangkan RIPng tidak. IPv6 router itu, pada saat itu, seharusnya menggunakan IP Security (IPsec) untuk otentikasi.
    * RIPv2 memungkinkan pemberian beragam tag untuk rute , sedangkan RIPng tidak;
    * RIPv2 meng-<em>encode</em> hop berikutnya (<em>next-hop</em>) ke setiap <em>entry route</em>, RIPng membutuhkan penyandian (<em>encoding</em>) tertentu dari hop berikutnya untuk satu set <em>entry route</em> .
</pre>
<p>Batasan</p>
<pre>    * Hop count tidak dapat melebihi 15, dalam kasus jika melebihi akan dianggap tidak sah. Hop tak hingga direpresentasikan dengan angka 16.
    * Sebagian besar jaringan RIP datar. Tidak ada konsep wilayah atau batas-batas dalam jaringan RIP.
    * Variabel Length Subnet Masks tidak didukung oleh RIP IPv4 versi 1 (RIPv1).
    * RIP memiliki konvergensi lambat dan menghitung sampai tak terhingga masalah.
</pre>
<p><!--   NewPP limit report  Preprocessor node count: 266/1000000  Post-expand include size: 5884/2048000 bytes  Template argument size: 1733/2048000 bytes  Expensive parser function count: 0/500  --> <!-- Saved in parser cache with key idwiki:pcache:idhash:426913-0!1!0!!id!2 and timestamp 20100506060411 --></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/monyotlu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/monyotlu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/monyotlu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/monyotlu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/monyotlu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/monyotlu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/monyotlu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/monyotlu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/monyotlu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/monyotlu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/monyotlu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/monyotlu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/monyotlu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/monyotlu.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=monyotlu.wordpress.com&amp;blog=12654566&amp;post=23&amp;subd=monyotlu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monyotlu.wordpress.com/2010/05/09/routing-information-protocol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b4a589159f278d161b9f70499df67e3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">monyotlu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hybrid routing</title>
		<link>http://monyotlu.wordpress.com/2010/05/09/hybrid-routing/</link>
		<comments>http://monyotlu.wordpress.com/2010/05/09/hybrid-routing/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 12:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>monyotlu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monyotlu.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Konsep Hybrid Konsep Hybrid adalah konsep routing protokol yang menggabungkan keunggulan-keunggulan konsep link state dan konsep distance vector. Dalam masalah mekanisme updating table routing/data Konsep Hybrid mengkloning cara kerja dari konsep link state karena lebih cepat, sedangkan untuk pemilihan jalur transformasi data lebih menggunakan konsep yang dimiliki distance vector. Konsep Hibrid digunakan oleh protokol EIGRP [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=monyotlu.wordpress.com&amp;blog=12654566&amp;post=20&amp;subd=monyotlu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Konsep Hybrid</strong></em></p>
<p><strong><em><br />
</em></strong>Konsep  Hybrid adalah konsep routing protokol yang menggabungkan  keunggulan-keunggulan konsep link state dan konsep distance vector.  Dalam masalah mekanisme updating table routing/data Konsep Hybrid  mengkloning cara kerja dari konsep link state karena lebih cepat,  sedangkan untuk pemilihan jalur transformasi data lebih menggunakan  konsep yang dimiliki distance vector. Konsep Hibrid digunakan oleh  protokol EIGRP</p>
<p>RIP (Routing Information Protocol) adalah  routing protokol yang paling sederhana yang termasuk jenis distance  vektor. Akan tetapi RIP membutuhkan konsumsi daya yang tinggi dan  membutuhkan fitur router routing protokol.. RIP routing merupakan jenis  protokol routing yang classful, yaitu protokol routing yang tidak  mengenal subnetting. Sebagai contoh jika alamat jaringan hasil subneting  adalah 172.16.20.1 dengan subnet mask 255.255.255.0, maka jika  menggunakan protokol RIP routing alamat jaringannya menjadi 172.16.0.0.  RIP adalah routing protokol yang menggunakan hop count ( banyaknya  lompatan) sebagai metric. Pada RIP 15 hop count merupakan nilai maksimum  dimana router dapat membagi informasi, namun setelah itu (diatas 15 hop  count) router tidak dapat menjangkau alamat tujuan. Dalam pengiriman  paket data, proses pemilihan jalur atau jalan transfer informasi  dilakukan oleh administrative distance ( sebuah nilai kebenaran  informasi routing yang diterima). RIP memiliki nilai administrative  distance 120.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/monyotlu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/monyotlu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/monyotlu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/monyotlu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/monyotlu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/monyotlu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/monyotlu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/monyotlu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/monyotlu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/monyotlu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/monyotlu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/monyotlu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/monyotlu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/monyotlu.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=monyotlu.wordpress.com&amp;blog=12654566&amp;post=20&amp;subd=monyotlu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monyotlu.wordpress.com/2010/05/09/hybrid-routing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b4a589159f278d161b9f70499df67e3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">monyotlu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LINK STATE ROUTING</title>
		<link>http://monyotlu.wordpress.com/2010/05/09/link-state-routing/</link>
		<comments>http://monyotlu.wordpress.com/2010/05/09/link-state-routing/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 12:51:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>monyotlu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monyotlu.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[LINK-STATE routing Algoritma link-state juga dikenal dengan algoritma Dijkstra atau algoritma shortest path first (SPF). Algoritma ini memperbaiki informasi database dari informasi topologi. Algoritma distance vector memiliki informasi yang tidak spesifik tentang distance network dan tidak mengetahui jarak router. Sedangkan algortima link-state memperbaiki pengetahuan dari jarak router dan bagaimana mereka inter-koneksi. Beberapa fitur yang dimiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=monyotlu.wordpress.com&amp;blog=12654566&amp;post=17&amp;subd=monyotlu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><em> LINK-STATE routing<br />
</em></h3>
<p>Algoritma link-state juga dikenal dengan  algoritma Dijkstra atau algoritma<br />
shortest path first (SPF).  Algoritma ini memperbaiki informasi database dari<br />
informasi  topologi. Algoritma distance vector memiliki informasi yang tidak<br />
spesifik tentang distance network dan tidak mengetahui jarak router.  Sedangkan algortima link-state memperbaiki pengetahuan dari jarak router  dan bagaimana mereka inter-koneksi.</p>
<p>Beberapa fitur yang dimiliki oleh routing  link-state adalah:</p>
<ol>
<li>Link-state  advertisement (LSA) –      paket kecil dari informasi routing yang  dikirim antar router.</li>
<li>Topological  database – kumpulan      informasi yang dari LSA-LSA.</li>
<li>SPF algorithm –  hasil perhitungan      pada database sebagai hasil dari pohon SPF.</li>
<li>Routing table –  adalah daftar rute      dan interface.</li>
</ol>
<h3><em>KONSEP</em><em> LINK STATE</em></h3>
<p>Dasar algoritma routing yang lain adalah  algoritma link state. Algoritma link state biasa disebut sebagai  algoritma Dijkstra atau algoritma Shortest Path First (SPF).</p>
<ul>
<li>Setiap router  mempunyai peta jar,</li>
</ul>
<ul>
<li>Router  menentukan rute ke setiap      tujuan di jar berdasarkan peta jar  tersebut.</li>
<li>Petajaringan  disimpan router dalam      bentuk database sebagai hasil dari pertukaran  info link-state antara      router-router bertetangga di jar tersebut.</li>
<li>Setiap record  dalam database      menunjukkan status sebuah jalur dijar (link-tate).</li>
<li>Menerapkan  algoritma Dijkstra.</li>
<li>Topologi  jaringan dan link cost      diketahui oleh semua node router.</li>
<li>Dilakukan dengan  cara mem-broadcast      informasi link state.</li>
<li>Semua node  memiliki informasi yang      sama.</li>
<li>Menghitung cost  terkecil dari satu      node ke node lainnya.</li>
<li>Memberikan tabel  rute untuk router      tersebut setelah iterasi sebanyak n, diketahui  link cost terkecil untuk n      tujuan.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/monyotlu.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/monyotlu.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/monyotlu.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/monyotlu.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/monyotlu.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/monyotlu.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/monyotlu.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/monyotlu.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/monyotlu.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/monyotlu.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/monyotlu.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/monyotlu.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/monyotlu.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/monyotlu.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=monyotlu.wordpress.com&amp;blog=12654566&amp;post=17&amp;subd=monyotlu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monyotlu.wordpress.com/2010/05/09/link-state-routing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b4a589159f278d161b9f70499df67e3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">monyotlu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Distance Vektor</title>
		<link>http://monyotlu.wordpress.com/2010/05/09/distance-vektor/</link>
		<comments>http://monyotlu.wordpress.com/2010/05/09/distance-vektor/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 12:42:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>monyotlu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monyotlu.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[DISTANCE VEKTOR Pengertian Dalam jaringan TCP/IP setiap host memiliki IP address dan untuk berhubungan dengan host ter-sebut harus memasukkan IP address host pada bagian tujuan dari datagram IP yang dikirim. Proses yang dialami datagram untuk mencapai tujuan di jaringan TCP/IP disebut dengan routing. Konsep routing merupakan hal yang utama pada lapisan internet di jaringan TCP/IP. Hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=monyotlu.wordpress.com&amp;blog=12654566&amp;post=12&amp;subd=monyotlu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="DISTANCE VEKTOR" rel="bookmark" href="http://deje.wordpress.com/2007/12/18/distance-vektor/">DISTANCE VEKTOR</a></h2>
<p><strong> </strong><strong>Pengertian </strong></p>
<p>Dalam jaringan TCP/IP setiap host  memiliki IP  address dan untuk berhubungan dengan host ter-sebut harus memasukkan IP address host  pada bagian tujuan  dari datagram IP yang dikirim. Proses yang dialami datagram untuk mencapai tujuan  di jaringan TCP/IP disebut dengan routing. Konsep  routing merupakan hal yang  utama pada lapisan internet di jaringan TCP/IP. Hal ini karena pada  lapisan internet terjadi pengalamatan (<em>addressing</em>) dan pengaturan  routing dapat menentukan  kinerja sebuah jaringan.</p>
<p>Proses dasar dalam router dengan  algoritma <em>distance-vektor</em> adalah menghidupkan <em>adjacency</em> dan perhitungan  tabel routing. Router-router mengirimkan paket data ke seluruh jaringan yang  terhubung dengan router tersebut secara periodik. Jika paket data sebuah  router terdengar setelah  selang waktu tertentu, router tersebut dianggap mati.</p>
<h1>Pendahuluan</h1>
<p>Saat ini pemakaian  jaringan dalam pengolahan data sudah sangat luas, tidak  hanya<strong> </strong>dipakai  oleh perusahaan-perusahaan besar  atau lembaga pemerintah saja,  tetapi sudah diaplikasikan pada semua bidang. Karena dengan jaringan mempermudah dan  memper-cepat selesainya  suatu pekerjaan. Fungsi utama dari jaringan adalah untuk mengintegrasikan  data sehingga dapat diolah dengan tepat oleh komputer pusat (server) dan mengirimkan informasi  secara lengkap dan cepat ke terminal-terminal tujuan.</p>
<p>Meskipun  tujuannya sederhana tetapi terdapat beberapa masalah dalam jaringan,  antara lain : mahal-nya fasilitas komunikasi, jalur transmisi yang  diguna-kan yang sering terdapat kendala atau gangguan transmisi (<em>noise</em>) dan  keterbatasan baik dari jumlah maupun kualitas sumber daya manusia  yang menguasai teknologi jaringan.</p>
<p>Dalam jaringan  TCP/IP setiap host memiliki IP address dan untuk berhubungan dengan  host ter-sebut harus  memasukkan IP address host pada bagian tujuan dari  datagram IP yang dikirim. Proses yang dialami datagram  untuk mencapai tujuan di jaringan  TCP/IP disebut dengan routing. Konsep routing merupakan hal yang utama  pada lapisan internet di jaringan TCP/IP. Hal ini karena pada lapisan internet terjadi pengalamatan (<em>addressing</em>)  dan peng-aturan routing dapat  menentukan kinerja sebuah jaringan.  Setelah router mempunyai peta jaringan, router akan  menghitung rute terbaik ke setiap jaringan menggunakan  algoritma <em>distance-vector</em> atau yang biasa  disebut algoritma Bellman-Ford. Protokol routing pada  TCP/IP disebut dengan <em>Routing Information</em><em> </em><em>Protocol </em>(RIP).  Protokol ini mendukung jaringan <em>point</em><em> </em><em>to point</em>, <em>point  to multipoint</em> dan jaringan multiakses.</p>
<p>Proses dasar  dalam router RIP adalah meng-hidupkan <em>adjacency</em>, proses <em>flooding</em>, dan  perhitungan tabel routing. Router-router mengirimkan paket data ke seluruh jaringan yang terhubung dengan router tersebut  secara periodik. Jika paket data sebuah router terdengar  setelah selang waktu tertentu, router ter-sebut dianggap mati. Selang waktu ini  secara default ditentukan empat  kali interval pengiriman data.</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>Routing Dengan Algoritma <em>Distance-vector </em></strong></p>
<p>Sebelum menentukan jenis router yang  akan dipakai terlebih dahulu menentukan peta  atau bentuk dari  jaringan. Setelah router mempunyai peta jaringan, router  menghitung rute terbaik ke setiap tujuan di jaringan menggunakan  algoritma <em>distance-vector.</em> Algoritma ini cara  kerjanya dengan membentuk tabel routing di jaringan adalah dengan  cara setiap router memberikan informasi mengenai keadaan  jaringanyang diketahui router tersebut kepada router-router tetangganya  setiap selang waktu tertentu. Informasi keadaan jaringan  tersebut adalah dalam bentuk <em>distance-vector</em> (vektor jarak), yaitu jumlah hop yang  diperlukan untuk mencapai suatu jaringan. Router tetangga  tersebut menyimpan dan mengolah informasi keadaan jaringan yang  diterimanya dan juga me-nyampaikan  informasi yang dimilikinya ke router- router tetangga yang lain.  Hal ini terus berlangsung sampai seluruh router di jaringan mengetahui  keadaan jaringan. Berikut contoh peng gunaan algoritma <em>distance-vector</em>.</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" width="14" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="198" height="7"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a title="tcp.jpg" href="http://deje.files.wordpress.com/2007/12/tcp.jpg"><br />
</a>Gambar 6. Jaringan TCP/IP</p>
<p><em> </em></p>
<p>Proses  pengiriman datagram IP selalu meng-gunakan tabel routing.  Tabel routing berisi informasi yang  diperlukan untuk menentukan kemana datagram harus dikirim. Datagram dapat dikirim  langsung ke host tujuan  atau harus melalui host lain terlebih dahulu tergantung pada tabel routing. Tabel  routing terdiri dari  entri-entri rute dan setiap entri rute paling tidak terdiri atas  IP address, tanda untuk menunjukkan routing langsung atau tidak langsung, alamat router dan  nomor interface. Untuk menjelaskan tentang <em>distance-vector</em> maka jaringan TCP/IP diatas dapat  digambarkan sebagai berikut :</p>
<p><a title="21.jpg" href="http://deje.files.wordpress.com/2007/12/21.jpg"></a></p>
<p>Gambar 7. Jaringan komputer dengan 5 router</p>
<p>Diasumsikan bahwa semua router di jaringan baru dinyalakan. Pada saat ini semua  router tidak memiliki informasi <em>distance-vector</em> kecuali  pada dirinya sendiri. Informasi vektor jarak tersebut disimpan dalam  bentuk tabel routing. Pada saat awal, tabel routing masing-masing router  mirip dengan tabel routing RIP A, yaitu :</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="104" valign="top">Dari A ke</td>
<td width="104" valign="top">Jalur</td>
<td width="104" valign="top">Hop</td>
</tr>
<tr>
<td width="104" valign="top">A</td>
<td width="104" valign="top">lokal</td>
<td width="104" valign="top">0</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Setelah  router menjalankan algoritma vektor-jarak, router-router mulai memberikan  informasi vektor-jarak ke  tetangganya. Diasumsikan bahwa router A paling dulu mengirimkan informasi vektor-jarak ke router-router tetangganya, B  dan C. Pada saat ini router  A mengirimkan vektor-jarak jalur 2 dan 8. Dalam waktu yang hampir berdekatan router B juga  mengirimkan vektor-jarak ke jalur 8,3,4.</p>
<p><a title="3.jpg" href="http://deje.files.wordpress.com/2007/12/3.jpg"></a></p>
<p>Gambar 8. Router A, D dan E mengirim informasi  vektor-jarak</p>
<p>Router  C dan D menerima informasi yang di-kirim oleh router A.  Informasi tersebut diinterpretasi-kan bahwa informasi yang dikirimkan  telah diterima.  Vektor-jarak yang dikirim oleh B  juga diterima oleh router  A, D dan E. Router-router A, D dan E me-meriksa vektor-jarak yang diterima dan  membanding-kannya dengan tabel routing yang dimiliki oleh masing-masing router. Dari proses ini  masing-masing router  mengetahui bahwa informasi yang diperoleh dari router pengirim  belum terdapat dalam tabel routing.  Dengan demikian, entri-entri tersebut di-masukkan ke tabel routing setiap router. Setelah proses diatas, tabel routing  masing-masing router adalah sebagai berikut :</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="104" valign="top">Dari A ke</td>
<td width="104" valign="top">Jalur</td>
<td width="104" valign="top">Hop</td>
</tr>
<tr>
<td width="104" valign="top">A</td>
<td width="104" valign="top">lokal</td>
<td width="104" valign="top">0</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="104" valign="top">Dari B ke</td>
<td width="104" valign="top">Jalur</td>
<td width="104" valign="top">Hop</td>
</tr>
<tr>
<td width="104" valign="top">B</p>
<p>A</p>
<p>D</p>
<p>E</td>
<td width="104" valign="top">Lokal</p>
<p>8</p>
<p>3</p>
<p>4</td>
<td width="104" valign="top">0</p>
<p>1</p>
<p>1</p>
<p>1</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="104" valign="top">Dari C ke</td>
<td width="104" valign="top">Jalur</td>
<td width="104" valign="top">Hop</td>
</tr>
<tr>
<td width="104" valign="top">C</p>
<p>A</p>
<p>D</td>
<td width="104" valign="top">Lokal</p>
<p>2</p>
<p>5</td>
<td width="104" valign="top">0</p>
<p>1</p>
<p>1</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="104" valign="top">Dari D ke</td>
<td width="104" valign="top">Jalur</td>
<td width="104" valign="top">Hop</td>
</tr>
<tr>
<td width="104" valign="top">D</p>
<p>B</p>
<p>C</td>
<td width="104" valign="top">Lokal</p>
<p>3</p>
<p>5</td>
<td width="104" valign="top">0</p>
<p>1</p>
<p>1</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="104" valign="top">Dari E ke</td>
<td width="104" valign="top">Jalur</td>
<td width="104" valign="top">Hop</td>
</tr>
<tr>
<td width="104" valign="top">A</p>
<p>B</td>
<td width="104" valign="top">Lokal</p>
<p>4</td>
<td width="104" valign="top">0</p>
<p>1</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Pada  bagian berikutnya, A, D dan E berturut-turut dalam waktu yang  hampir bersamaan mengirim-kan vektor-jarak ke tetangga masing-masing.  Diasumsikan bahwa router A terlebih dahulu menerima vektor-jarak dari B sebelum mengirimkan vektor-jarak. Router A memeriksa  informasi dari B tersebut  lalu membandingkannya dengan entri tabel routing yang sudah ada. Hasil  pemeriksaan menunjuk-kan  entri B belum ada di tabel routing. Dari vektor-jarak yang dikirim D, router B  mengetahui bahwa dapat  mencapai B melalui jalur 3 dengan jarak 2 hop. Dengan demikian, informasi vektor-jarak  untuk C dari B tidak  digunakan oleh D. Pada saat yang hampir bersamaan pula router C menerima  vektor-jarak dari A  dan memperbaharui tabel routing yang dimilikinya. Perubahan tabel routing  adalah sebagai berikut :</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="104" valign="top">Dari D ke</td>
<td width="104" valign="top">Jalur</td>
<td width="104" valign="top">Hop</td>
</tr>
<tr>
<td width="104" valign="top">D</p>
<p>B</p>
<p>C</td>
<td width="104" valign="top">Lokal</p>
<p>3</p>
<p>5</td>
<td width="104" valign="top">0</p>
<p>1</p>
<p>1</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Router  D mengirimkan vektor-jarak berdasar-kan tabel routing yang baru ke  semua jalur yang ter-hubung dengan router D tersebut.  Reouter-router yang menerima vektor-jarak dari  D termasuk router B, kemudian  memperbarui tabel routing masing-masing menggunakan algoritma  vektor-jarak. Kemudian router B mengirimkan vektor-jarak berdasarkan tabel routing terbaru yang dimilikinya.  Setelah tabel routing  diperbarui, tabel routing di jaringan menjadi stabil dan tidak  ada perubahan lagi sepanjang jaringannya tetap.</p>
<p>Kondisi  jaringan tidak akan stabil untuk se-terusnya, terkadang  ada jalur yang putus. Penyebab putusnyapun  bermacam-macam, mulai dari kabel yang digigit tikus sampai yang terkena cangkul pada saat proyek pembangunan fisik. Apapun  penyebab-nya, jalur yang  putus menyebabkan kondisi jaringan berubah dan akan tampak dalam  tabel routing.</p>
<p><a title="4.jpg" href="http://deje.files.wordpress.com/2007/12/4.jpg"></a></p>
<p>Gambar 9. Perubahan  Jaringan</p>
<p>Setelah  jalur 2 terputus, router A dan C segera mendeteksi.  Semua entri di tabel routing yang meng-gunakan jalur 2 tidak dapat lagi  digunakan dan hop untuk  jalur itu di beri nilai tak terhingga. Tabel routing yang baru untuk A dan C adalah sebagai  berikut :</p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="104" valign="top">Dari A ke</td>
<td width="104" valign="top">Jalur</td>
<td width="104" valign="top">Hop</td>
</tr>
<tr>
<td width="104" valign="top">A</p>
<p>B</p>
<p>C</p>
<p>D</p>
<p>E</td>
<td width="104" valign="top">Lokal</p>
<p>8</p>
<p>2</p>
<p>3</p>
<p>5</td>
<td width="104" valign="top">0</p>
<p>1</p>
<p>∞</p>
<p>1</p>
<p>2</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="104" valign="top">Dari C ke</td>
<td width="104" valign="top">Jalur</td>
<td width="104" valign="top">Hop</td>
</tr>
<tr>
<td width="104" valign="top">C</p>
<p>A</p>
<p>B</p>
<p>D</p>
<p>E</td>
<td width="104" valign="top">Lokal</p>
<p>2</p>
<p>5</p>
<p>5</p>
<p>5</td>
<td width="104" valign="top">0</p>
<p>∞</p>
<p>2</p>
<p>1</p>
<p>2</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Menghitung sampai tak  terhingga menjadi muncul dalam  kasus ini karena ketika router A meng-anggap router C telah mati, router B  belum meng-anggap C telah  mati atau sebaliknya. Pada jaringan diatas dapat terjadi router A telah menganggap router C  mati dan menghapus entri C dari tabel routing, sementara router B masih  belum menganggap router C mati.</p>
<h2>Kesimpulannya</h2>
<p>Pengaturan  routing dapat menentukan kinerja  sebuah jaringan. Routing  adalah proses penyampaian datagram di jaringan TCP/IP.  Pembentukan tabel routing di router-router dalam jaringan  dapat dilaku-kan  secara manual atau secara otomatis melalui protokol routing. Pembentukan tabel  routing secara manual (statik) digunakan pada jaringan  yang kecil. Untuk jaringan yang  besar menggunakan tabel routing secara otomatis (dinamik).</p>
<p>Dengan algoritma <em>distance-vektor</em> dapat  di-ketahui jarak antara satu titik dengan titik  yang lain pada jaringan sehingga dapat  diperhitungkan tentang kecepatan yang bisa diakses oleh masing-masing  titik tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/monyotlu.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/monyotlu.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/monyotlu.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/monyotlu.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/monyotlu.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/monyotlu.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/monyotlu.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/monyotlu.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/monyotlu.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/monyotlu.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/monyotlu.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/monyotlu.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/monyotlu.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/monyotlu.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=monyotlu.wordpress.com&amp;blog=12654566&amp;post=12&amp;subd=monyotlu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monyotlu.wordpress.com/2010/05/09/distance-vektor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b4a589159f278d161b9f70499df67e3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">monyotlu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>routing static</title>
		<link>http://monyotlu.wordpress.com/2010/05/09/routing-static/</link>
		<comments>http://monyotlu.wordpress.com/2010/05/09/routing-static/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 12:37:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>monyotlu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monyotlu.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Routing Static Rute Statik adalah rute atau jalur spesifik yang ditentukan oleh user untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan oleh administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP “internetwork”. Pentingnya Rute Statik Rute Statik menjadi sangat penting jika software IOC Cisco tidak bisa membentuk sebuah rute ke tujuan tertentu. Rute Statik juga sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=monyotlu.wordpress.com&amp;blog=12654566&amp;post=8&amp;subd=monyotlu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><a title="Routing Static" rel="bookmark" href="http://servas.wordpress.com/2007/12/08/routing-static/">Routing Static</a></h2>
<p>Rute Statik adalah  rute atau jalur spesifik yang ditentukan oleh user untuk meneruskan  paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan oleh administrator  untuk mengontrol perilaku routing dari IP “internetwork”.</p>
<p><strong>Pentingnya Rute Statik</strong></p>
<p>Rute Statik menjadi sangat penting jika software IOC  Cisco tidak bisa membentuk sebuah rute ke tujuan tertentu. Rute Statik  juga sangat berguna untuk membuat “gateway” untuk semua paket yang tidak  bisa di”routing”.(default route).</p>
<p><strong>“Stub Network”</strong></p>
<p>Rute Statik, umumnya digunakan untuk jalur/path dari  jaringan ke sebuah “stub network” (jaringan yang dibelakangnya tidak ada  jaringan lain).</p>
<p><img src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/03/staticroute1.gif" alt="staticroute1.gif" /></p>
<p>Sebuah “stub network’ (kadang di sebut “leaf node”)  adalah jaringan yang hanya dapat diakses melalui satu rute. Seringkali,  rute statik digunakan sebagai jalan satu-satunya untuk keluar masuk  jaringan Stub.</p>
<p><em>Catatan</em> : Rute statik dapat digunakan untuk  koneksi ke suatu network yang tidak terhubung langsung dengan router  anda. Untuk koneksi “end-to-end”, rute statik harus dikonfigurasi di dua  arah.</p>
<p><span style="font-family:Arial;"><strong><span style="font-size:medium;">Konfigurasi Rute Statik</span></strong> </span></p>
<p>Mengkonfigurasi Rute statik adalah dengan memasukkan  tabel routing secara manual. Tidak terjadi perubahan dinamik dalam tabel  ini selama jalur/rute aktif.</p>
<p><strong>Perintah “ip route”</strong></p>
<p>Perintah “ip route” digunakan untuk mengkonfigurasi sebuah rute  statik dalam mode konfigurasi global.</p>
<p><strong>ip route Command Syntax</strong></p>
<p>Sintak untuk perintah “ip route” adalah sebagai berikut :<br />
<em>ip route <strong>network</strong> [<strong>mask</strong>] {<strong>address</strong> | <strong>interface</strong>}[<strong>distance</strong>]  [<strong>permanent</strong>]</em></p>
<p>Parameter Perintah “ip route”</p>
<blockquote><p><em><strong>network</strong> : Network atau subnet tujuan </em></p>
<p><em><strong>mask</strong> : Subnet mask </em></p>
<p><em><strong>address</strong> : Alamat IP router Hop berikutnya.(IP address of  next-hop router) </em></p>
<p><em><strong>interface </strong>: Nama interface yang digunakan  untuk mencapai network tujuan. Interface dapat berupa interface  point-to-point. Perintah tidak akan berfungsi jika interface adalah  multiaccess (contoh “shared media Ethernet interface”). </em></p>
<p><em><strong>distance (Optional)</strong> : Mendefinisikan “administrative  distance”. </em></p>
<p><em><strong>permanent (Optional)</strong> : Menyatakan bahwa rute tidak akan  dihapus, ketika interface mati (shuts down).</em></p></blockquote>
<p><strong>Contoh Konfigurasi Rute Statik</strong></p>
<p><img src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/03/staticexample.gif" alt="staticexample.gif" /></p>
<p>Tugas rute statik untuk mencapai stub network  172.16.1.0 adalah melalui Router A karena hanya ini satu-satunya jalan  untuk mencapai network 172.16.1.0.</p>
<p>Contoh rute statik:<br />
<em>Router(config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.2.1</em></p>
<blockquote><p><em>ip route</em> : Identifikasi rute statik<br />
<em>172.16.1.0</em> : Alamat IP Stub Network<br />
<em>255.255.255.0</em> : Subnet Mask<br />
<em>172.16.2.1</em> : Alamat IP Router B</p></blockquote>
<p><em>Catatan </em>: Ini adalah sebuah rute “unidirectional”. Anda harus  mengkonfigurasi rute dari arah/sisi lawan (Router B).</p>
<p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:medium;">“Default Route”</span></strong></p>
<p>“Default route” adalah tipe rute statik khusus.  Sebuah “default route” adalah rute yang digunakan ketika rute dari  sumber/source ke tujuan tidak dikenali atau ketika tidak terdapat  informasi yang cukup dalam tabel routing ke network tujuan.</p>
<p><strong>“Default Route Forwarding”</strong></p>
<p><img src="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/03/defaultroutes.gif" alt="defaultroutes.gif" /></p>
<p>Pada gambar di atas, Router B dikonfigurasi untuk  meneruskan/forward semua frame ke network tujuan yang tidak terdaftar  secara eksplisit dalam routing tabel Router A.</p>
<p><strong>Contoh “Default Route”</strong></p>
<p><em>Router(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.2.2</em></p>
<p><em>ip route  : Menyatakan rute statik<br />
0.0.0.0   : Rute ke “nonexistent subnet”(mencakup semua IP)<br />
0.0.0.0   : Special mask mengindikasikan “default route”<br />
172.16.2.2: Alamat IP Router A.</em></p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<ol>
<li>Routing adalah proses dimana suatu item dapat sampai ke tujuan dari  satu lokasi ke lokasi lain. Untuk bisa me-routing, sebuah router harus  tahu alamat tujuan, alamat asal/source, rute awal yang mungkin, dan  path/jalur terbaik.</li>
<li>Informasi routing adalah router mempelajari, baik statik maupun  dinamik, kemudian informasi tersebut ditempatkan dalam routing tabelnya.</li>
<li>Rute Statik adalah rute atau jalur spesifik yang ditentukan oleh  user untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan  oleh administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP  “internetwork”.</li>
<li>Untuk mengkonfigurasi sebuah rute statik, masukkan perintah “ip  route” dengan diikuti parameter: network, mask, address/alamat,  interface, dan jarak/distance.</li>
<li>“Default route” adalah tipe rute statik khusus. Sebuah “default  route” adalah rute yang digunakan ketika rute dari sumber/source ke  tujuan tidak dikenali atau ketika tidak terdapat informasi yang cukup  dalam tabel routing ke network tujuan.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/monyotlu.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/monyotlu.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/monyotlu.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/monyotlu.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/monyotlu.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/monyotlu.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/monyotlu.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/monyotlu.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/monyotlu.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/monyotlu.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/monyotlu.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/monyotlu.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/monyotlu.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/monyotlu.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=monyotlu.wordpress.com&amp;blog=12654566&amp;post=8&amp;subd=monyotlu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monyotlu.wordpress.com/2010/05/09/routing-static/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b4a589159f278d161b9f70499df67e3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">monyotlu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/03/staticroute1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">staticroute1.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/03/staticexample.gif" medium="image">
			<media:title type="html">staticexample.gif</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mudji.net/press/wp-content/uploads/2006/03/defaultroutes.gif" medium="image">
			<media:title type="html">defaultroutes.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH INTERNET</title>
		<link>http://monyotlu.wordpress.com/2010/03/21/sejarah-internet/</link>
		<comments>http://monyotlu.wordpress.com/2010/03/21/sejarah-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 09:03:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>monyotlu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://monyotlu.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Internet Pendahuluan Internet telah membuat revolusi dunia komputer dan dunia komunikasi yang tidak pernah diduga sebelumnya.Penemuan  telegram, telepon, radio, dan komputer merupakan rangkaian kerja ilmiah yang menuntun menuju terciptanya Internet yang lebih terintegrasi dan lebih berkemampuan dari pada alat-alat tersebut. Internet memiliki kemampuan penyiaran ke seluruh dunia, memiliki mekanisme diseminasi informasi, dan sebagai media [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=monyotlu.wordpress.com&amp;blog=12654566&amp;post=3&amp;subd=monyotlu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<h1 id="firstHeading">Sejarah Internet</h1>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Internet telah membuat  revolusi dunia komputer dan dunia komunikasi yang tidak pernah diduga  sebelumnya.Penemuan  telegram, telepon, radio, dan komputer merupakan rangkaian  kerja ilmiah yang menuntun menuju terciptanya Internet yang lebih terintegrasi  dan lebih berkemampuan dari pada alat-alat tersebut. Internet memiliki kemampuan  penyiaran ke seluruh dunia, memiliki mekanisme diseminasi informasi, dan sebagai  media untuk berkolaborasi dan berinteraksi antara individu dengan komputernya  tanpa dibatasi oleh kondisi geografis.</p>
<p>Internet merupakan  sebuah contoh paling sukses dari usaha investasi yang tak pernah henti dan  komitmen untuk melakukan riset berikut pengembangan  infrastruktur teknologi  informasi.  Dimulai dengan penelitian packet switching (paket pensaklaran),  pemerintah, industri dan para civitas academica telah bekerjasama berupaya  mengubah dan menciptakan teknologi baru yang menarik ini. Hari ini, kata-kata  seperti &#8220;google.com&#8221; dan &#8220;http://www.kaskus.us&#8221; sudah menjadi kebiasaan  yang mudah diucapkan orang di jalanan.</p>
<p>Tulisan ini hanya  merupakan sebuah uraian singkat dan tidak menguraikan secara rinci sejarah  internet.  Banyak tulisan yang mudah anda dapat berkaitan dengan Internet,  sejarahnya, teknologinya dan penggunaannya. Di toko buku  anda dapat memilih  sendiri buku-buku tentang Internet.  Dalam tulisan ini, beberapa dari para  penulis terlibat dalam pengembangan dan evolusi teknologi internet khususnya  dalam penemuan dan sejarahnya. Sejarah intenet dapat dibagi dalam empat aspek  yaitu</p>
<p>1.Adanya aspek evolusi  teknologi yang dimulai dari riset packet switching (paket pensaklaran) ARPANET (berikut  teknologi perlengkapannya) yang pada saat itu dilakukan riset lanjutan untuk  mengembangkan wawasan terhadap  infrastruktur komunikasi data yang meliputi beberapa dimensi seperti  skala,performannce/kehandalan, dan kefungsian tingkat tinggi.</p>
<p>2.Adanya aspek pelaksanaan  dan pengelolaan sebuah infrastruktur yang global dan kompleks.</p>
<p>3.Adanya aspek sosial yang  dihasilkan dalam sebuah komunitas masyarakat besar yang terdiri dari para  Internauts yang bekerjasama membuat dan mengembangkan terus teknologi ini.</p>
<p>4.Adanya aspek komersial yang  dihasilkan dalam sebuah perubahan ekstrim namun efektif dari sebuah  penelitian  yang mengakibatkan terbentuknya sebuah infrastruktur informasi yang besar dan  berguna.  Internet sekarang sudah merupakan sebuah infrastruktur informasi  global (widespread information infrastructure), yang awalnya disebut &#8220;the  National (atau Global atau Galactic) Information Infrastructure&#8221; di Amerika  Serikat. Sejarahnya sangat kompleks dan mencakup banyak aspek seperti teknologi,  organisasi, dan komunitas. Dan  pengaruhnya tidak hanya terhadap bidang teknik  komunikasi komputer saja tetapi juga berpengaruh kepada masalah sosial seperti  yang sekarang kita lakukan yaitu kita banyak mempergunakan alat-alat bantu on  line untuk mencapai sebuah bisnis elektronik  (electronic commerce), pemilikan informasi dan berinteraksi dengan masyarakat.</p>
<p><strong> Penemuan Internet</strong></p>
<p>Sebuah rekaman tulisan yang  menerangkan bahwa interaksi sosial dapat dilakukan juga melalui sebuah jaringan  komputer terdapat pada seri  memo yang ditulis oleh J.C.R. Licklider dari  MIT (Massachuset  Institut of Technology) pada bulan Agustus tahun 1962. Dalam memo tersebut  diuraikan konsep &#8220;Galactic Network&#8221;nya. Dia memiliki visi sebuah jaringan  komputer global yang saling berhubungan dimana setiap orang dapat akses data dan  program secara cepat dari tempat manapun.  Semangat konsep tersebut sangat  sesuai seperti internet yang ada sekarang. Licklider adalah  pimpinan pertama riset program komputer dari projek DARPA,  yang dimulai bulan  Oktober 1962. Selama di  DARPA dia bekerjasama dengan Ivan Sutherland, Bob  Taylor, dan seorang peneliti MIT,  Lawrence G. Roberts. Leonard Kleinrock di MIT  mempublikasikan tulisanya berjudul &#8221; The first paper on packet switching  theory&#8221;  dalam  bulan July 1961 dan &#8220;The first book on the subject&#8221; di tahun  1964. Kleinrock sepaham dengan Roberts dalam teori kelayakan komunikasi  mempergunakan sistem paket data dari pada hanya mempergunakan sebuah rangkaian  elektronik.  Teori ini merupakan cikal bakal adanya jaringan komputer. Langkah  penting lainnnya adalah membuat komputer dapat berkomunikasi secara bersama-sama.  Untuk mmebuktikan hal ini, pada tahun 1965, Roberts bekerjasama dengan Thomas  Merrill,  menghubungkan komputer TX-2 yang ada di Mass dengan komputer Q-32 yang  ada di  California dengan mempergunakan sebuah saluran dial-up berkecepatan  rendah. Ini merupakan sebuahjaringan komputer pertama  yang luas yang pernah  dibuat untuk pertama kalinya meski dalam skala kecil.  Hasil dari  percubaan ini   adalah bukti bahawa pengunaan waktu dalam komputer-komputer tersebut dapat  bekerja dengan baik,menjalankan program dan  mengambil atau  mengedit data  seperti yang biasa dilakukan pada sebuah mesin  dengan  remote control, namun rangkaian saklar system telepon kurang mendukung  percobaan ini. Hipotesis  Kleinrock tentang diperlukannya sebuah program paket  pensaklaran terbukti.</p>
<p>Pada tahun 1966 Roberts pergi  ke DARPA untuk mengembangkan konsep jaringan komputer dan dengan cepat  merumuskan rencananya untuk ARPANET, yang dipublikasikan pada tahun 1967.  Pada  saat konferensi dimana dia harus mempresentasikan makalahnya tentang konsep  paket dalam jaringan komputer, dalam konferensi tersebut juga ada sebuah makalah  yang berhubungan dengan konsep paket pada jaringan komputer dari Inggris yang  ditulis oleh Donald Davies dan Roger Scantlebury dari NPL. Scantlebury  mengatakan pada Roberts tentang riset yang dilakukan  NPL sebaik seperti yang  dilakukan oleh Paul Baran dan lainnya di RAND. RAND group telah menulis sebuah  makalah berjudul &#8221; paper on packet switching networks for secure voice&#8221; di  lingkungan militer pada tahun 1964. Penelitian-penelitian tersebut dilakukan  bersamaan oleh kelompok peneliti MIT, NPL dan RAND. Sedangkan para penelitinya  tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh kelompok peneliti lainnya. Kelompok  peneliti MIT bekerja dalam kurun waktu 1961-1967, kelompok RAND bekerja dalam  kurun waktu 1962-1965, dan kelompok NPL bekerja  antara tahun 1964-1967. Kata  paket telah diadopsi dari hasil kerja kelompok NPL dan diusulkan dipergunakan  dalam  saluran komunikasi data ARPANET, sehingga komunikasi data di dalam projek  ini diubah dari 2.4 kbps menjadi 50  kbps.</p>
<p>Dalam bulan Agustus tahun  1968, setelah Roberts dan penyandang dana projek  DARPA merevisi semua struktur  dan spesifikasi ARPANET, sebuah RFQ dirilis  DARPA untuk pengembangan salah satu  komponen kunci, paket  pensakalaran yang disebut Interface Message Processors (IMP&#8217;s).  RFQ telah dimenangkan dalam bulan Desember1968 oleh sebuah group yang dipimpin  oleh Frank Heart dari Bolt Beranek and Newman (BBN). Sebagai tim dari BBN yang  mengerjakan  IMP&#8217;s, Bob Kahn memerankan peran utama dalam desain arsitektur   ARPANET.    Topologi dan ekonomi jaringan didesain dan dioptimasi oleh  Roberts  bersama Howard Frank dan timnya dari Network Analysis Corporation.  Pengukuran  sistem jaringan dilakukan oleh tim pimpinan  Kleinrock di UCLA. 6  Karena awal dilakukannya pengembangan teori paket  pensaklaran oleh Kleinrock,  dan juga adanya perhatiannya yang serius pada analysis, design dan pengukuran,  maka Network Measurement Center yang dibangun Kleinrock di UCLA telah terpilih  sebagai node pertama projek ARPANET. Ini terjadi dalam bulan September tahun  1969 ketika  BBN memasang IMP pertama di UCLA dan host komputer pertama telah  tersambung. Projek Doug Engelbart yang   menggarap &#8220;Augmentation of Human  Intellect&#8221; (didalamnya terdapat NLS, sebuah system hypertext pertama) di  Stanford Research Institute (SRI) kemudian dikembangkan menjadi node kedua. SRI  mendukung  Network Information Center,  dipimpin oleh Elizabeth (Jake) Feinler  dan berperan sebagai pemelihara table nama host ke address mapping sesuai dengan  direktori  RFC&#8217;s. Sebulan kemudian, pada saat SRI telah tersambung ke ARPANET,  pesan pertama dari host ke host telah dikirimkan dari laboratorium Kleinrock ke  SRI. Dua node lainnya segera dibangun di  UC Santa Barbara dan University of  Utah. Dua node terakhir ini membuat projek aplikasi visual, dengan Glen Culler  dan Burton Fried di UCSB bertugas mencari metoda-metoda untuk menampilkan  fungsi-fungsi matematika mempergunakan &#8220;storage displays&#8221; agar dapat menjawab  &#8220;problem of refresh&#8221; yang terjadi dalam jaringan. Robert Taylor dan Ivan  Sutherland di Utah bertugas  mencari metoda-metoda penampilan 3-D dalam jaringan.  Sehingga pada akhir tahun 1969, empat komputer host telah tergabung bersama  dalam inisial ARPANET, maka cikal bakal Internet telah lahir.</p>
<p>Komputer banyak yang  disambungkan ke ARPANET pada tahun-tahun  berikutnya dan tim bekerja melengkapi  fungsi Host-to-Host protocol dan software jaringan komputer lainnya. Di bulan  Desember tahun 1970, the Network Working Group (NWG) bekerja dibawah pimpinan S.  Crocker menyelesaikan inisial ARPANET Host-to-Host protocol, dan disebut   Network Control Protocol (NCP). ARPANET secara lengkap mempergunakan NCP selama periode 1971-1972 dan  para pengguna jaringan komputer akhirnya dapat mulai melakukan pengembangan   aplikasinya.</p>
<p>Dalam bulan Oktober tahun  1972, Kahn telah mengorganisasikan sebuah demonstrasi besar dan sukses  ARPANET  di International Computer Communication Conference (ICCC). Ini merupakan untuk  pertama kalinya diperkenalkan  ke masyarakat. Dalam demo ini juga diperkenalkan  inisial &#8220;hot&#8221; aplication, electronic mail (email). Dalam bulan Maret, Ray  Tomlinson dari BBN membuat program penulisan pesan email, pengiriman dan   pembaca pesan email pertama. Hal ini dilakukan atas dorongan kebutuhan ARPANET  akan sebuah mekanisme koordinasi yang mudah. Dalam bulan July, Roberts  mengembangkan utilitynya dengan membuat program email utility pertama ke dalam  daftar, pemilihan untuk pembacaan, file, meneruskan (forward), dan memberikan  jawaban sebuah pesan. Dari   penemuan ini maka email merupakan aplikasi yang  paling banyak dipergunakan dalam jaringan komputer selama beberapa dekade.</p>
<p><strong> Konsep Inisial  Internetting</strong></p>
<p>Jaringan komputer ARPANET  tumbuh menjadi Internet. Internet didasarkan pada ide bahwa dari pengalaman  pembangunan ARPANET dimungkinkan adanya jaringan komputer multiple independent (banyak  dan berdiri sendiri). Dalam hal ini ARPANET sebagai pioneer dalam penggunaan  packet pensaklaran jaringan komputer, tetapi nantinya dapat juga dipergunakan  sebagai packet untuk jaringan satelit, jaringan komputer paket radio terestrial  dan jaringan lainnya. Internet seperti kita ketahui sekarang sudah menjadi  sebuah jaringan  komputer dengan arsitektur terbuka (open architecture  networking). Dengan demikian, pemilihan teknologi jaringan komputer individu  tidaklah harus dibuat terbatas pada satu jenis teknologi dengan arsitektur  khusus akan tetapi cenderung akan dipilih teknologi jaringan komputer secara  bebas oleh pembuatnya dan yang dapat dihubungkan dengan jaringan lainnya  mempergunakan sebuah meta-level &#8220;Internetworking Architecture&#8221;. Sampai sat itu  hanya ada satu metoda umum untuk menggabungkan jaringan komputer. Itu adalah  bawaan dari teknologi rangkaian saklar dimana sebuah jaringan baru akan  terhubung pada sebuah rangkaian setelah melalukan bit individual secara  synchronous sebagai bagian dari suatu rangkaian end-to-end diantara beberapa  lokasi akhir (end locations). Ini sudah ditunjukkan oleh Kleinrock pada tahun  1961 bahwa paket pensaklaran merupakan metoda pensaklaran yang efisien. Dengan  mempergunakan paket pensaklaran, penggunaan special dalam sebuah hubungan  interkoneksi  antara jaringan komputer merupakan satu kemungkinan lain yang bisa  dilakukan. Sedangkan saat itu masih ada kendala untuk menghubungkan jaringan  komputer yang berbeda, dan masih dibutuhkan sesuatu komponen yang digunakan satu  sama lain, yang tidak hanya berfungsi sebagai sebuah peer dari yang lainnnya  dalam menyelenggarakan end-to-end service.</p>
<p>Dalam arsitektur jaringan  komputer yang terbuka, jaringan komputer individual dapat dibangun dengan desain  terpisah dan dapat dikembangkan sendiri dan masing-masing memiliki interface  unik sendiri yang didapat dari user dan atau provider lain termasuk  provider-provider Internetnya. Setiap jaringan komputer dapat didesain sesuai  dengan  lingkungan spesifik dan kebutuhan user-nya.</p>
<p>Ide arcitektur jaringan  komputer yang terbuka pertama kali diperkenalkan oleh Kahn di DARPA pada tahun  1972.Pekerjaan ini murni merupakan bagian pekerjaan program paket radio. Namun  akhirnya program ini merupakan program terpisah dan disebut &#8220;Internetting&#8221;. Kata  kunci untuk membuat sistem paket radio bekerja adalah adanya eliabilitas  protokol end-to-end yang dapat memelihara secara efektif komunikasi meskipun  dalam kondisi &#8220;jamming&#8221;  dan adanya interferensi radio lainnya ataupun gejala  blackout intermiten seperti yang biasa terjadi pada komunikasi di dalam sebuah  terowongan. Kahn pertama kali mengembangkan protokol lokal hanya untuk paket  radio, karena sulit menemukan kecocokan dengan  sistem operasi komputer yang lain, dia kembali menggunakan  NCP.</p>
<p>Meskipun NCP tidak memiliki  kemampuan untuk pengalamatan jaringan komputer (dan mesin) namun pada akhirnya  pada penggunaan IMP dalam ARPANET mengharuskan perubahan-perubahan NCP. NCP  dipergunakan dalam ARPANET untuk menjaga reliabilitas end-to-end. Apabila banyak  paket hilang, maka protokol (dengan didukung  aplikasi lainnya) tidaklah  menimbulkan masalah. Dalam model ini  NCP tidak menunjukkan kegagalan dalam  mengontrol end-to-end host, sejak saat itu  ARPANET merupakan jaringan komputer  yang ada yang tidak   memerlukan penggunakan kontrol eror pada hostnya.  Sehingga, Kahn memutuskan untuk mengembangkan sebuah versi baru protokol yang  dapat bekerja dengan baik pada lingkungan jaringan  komputer dengan arsitektur terbuka. Protocol ini kemudian disebut  Transmission  ControlProtocol/Internet Protocol (TCP/IP). Sedangkan NCP cenderung dipergunakan  sebagai sebuah pengendali alat (device driver), protokol baru ini lebih  menyerupai sebuah protokol komunikasi.</p>
<p><strong>Empat alasan yang  mendasari pemikiran Kahn kemudian ia itu : </strong></p>
<p>1.Setiap jaringan komputer  yang berbeda harus berdiri sendiri dan tidak mengalami perubahan di dalamnya   apabila terhubung ke Internet.</p>
<p>2.Komunikasi ada dalam  kondisi terbaik. Jika sebuah paket data tidak dapat dikirimkan ke tujuannnya,  paket data tersebut segera dikirim ulang.</p>
<p>3.Kotak hitam (Black boxes)  perlu dipasang untuk menghubungkan jaringan komputer yang kemudian lebih dikenal  dengan nama gateway dan router.</p>
<p>4. Pada tingkat  operasional, tidak diperlukan kontrol global.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> Isu kunci lainnya yang  dibutuhkan antara lain : </strong></p>
<p>Algoritma untuk mencegah  paket hilang (packet loss) dari terputusnya komunikasi yang permanen dan  menghubungkan kembali secara baik untuk dikirim ulang dari sumber datanya..  Pengembangan &#8220;pipelining&#8221;  host to host sehingga dengan demikian paket data  multipel dapat dikirim dari sumber ke tujuan pada kondisi tidak didukung host,  bila jaringan komputer perantaranya memungkinkan.</p>
<p>Gateway berfungsi meneruskan  paket data dengan baik. Ini meliputi juga interpretasi IP header untuk  routing-nya, penanganan interface, mengubah paket ke bentuk yang lebih kecil  bila memungkinkan, dll. Adanya kebutuhan untuk pengecekan end-end, membangun  ulang (reassembly) paket dari fragmen-fragmen data dan mendeteksi duplikatnya  bila ada. Adanya kebutuhan pengalamatan global (global addressing).  Kebutuhan  teknik untuk mengontrol aliran data  host ke host.  Kebutuhan Interface  (perangkat perantara) dengan beragam sistem operasi. Juga adanya perhatian  seperti penerapan efisiensi, kehandalan internetwork, namun ini masih merupaka  masalah berikutnya.</p>
<p>Kahn mulai mengerjakan sebuah  pekerjaan prinsip sistem operasi yang berorientasi untuk komunikasi data selama  di BBN dan pemikiran terakhirnya didokumentasikan dalam sebuah memorandum di  lingkungan BBN berjudul  &#8220;Communications Principles for Operating Systems&#8221;.  Dalam hal ini dia merealisasikan adanya sebuah kebutuhan data rinci dari setiap  sistem operasi komputer agar dapat diubah sehingga dapat menerima setiap  protokol baru secara efisien.  Sehingga pada musim panas tahun 1973, setelah  memulai usaha internetting, dia mengajak Vint Cerf untuk bekerja dengannya dalam  mendesain protokol. Cerf sudah mengenal baik desain dan pengembangan yang telah  dilakukan NCP dan telah memiliki pengetahuan tentang interfacing (pembuatan  perangkat perantara) pada sistem operasi. Karena itu dengan pendekatan  arsitektur jaringan Kahn pada sisi komunikasi datanya, dan denganpengalaman Cerf  dalam pengembangan NCP, tim ini berhasil membuat desain rinci protokol  komunikasi data yang sekarang disebut TCP/IP. Kerja keras mereka.membuahkan  hasil, dan versi pertama telah didistribusikan pada pertemuan khusus  International</p>
<h1 id="firstHeading">Sejarah Internet Indonesia</h1>
<p><strong>Sejarah internet Indonesia</strong> dimulai pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet<a title="Internet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Internet"></a> di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban <em>network</em>, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan &amp; gotong royong sangat hangat dan terasa diantara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet.</p>
<p>Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet.</p>
<table id="toc">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Awal Internet di Indonesia<br />
</strong></p>
<p>Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.</p>
<p>Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul &#8220;<em>Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio</em>&#8220;<sup> </sup>di bulan November 1990. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.</p>
<p><strong>Internet Service Provider Indonesia<br />
</strong></p>
<p>Di sekitar tahun 1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet &amp; masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx dan email client pine pada server AIX.</p>
<p>Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).</p>
<p>Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu &amp; lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id &amp; i2bc@egroups.com.</p>
<p><strong>Pengguna Awal Internet lewat CIX dan Compuserve<br />
</strong></p>
<p>Sejak 1988, CIX (Inggris) menawarkan jasa E-mail dan Newsgroup. Belakangan menawarkan jasa akses HTTP dan FTP. Beberapa pengguna Internet memakai modem 1200 bps dan saluran telpon Internasional yang sangat mahal untuk mengakses Internet. Sejak 1989 Compuserve (AS) juga menawarkan jasa E-mail dan belakangan Newsgroup, HTTP/FTP. Beberapa pengguna Compuserve memakai modem yang dihubungkan dengan Gateway Infonet yang terletak di Jakarta. Biaya akses Compuserve masih mahal, tetapi jauh lebih murah dari CIX.</p>
<h2>Referensi</h2>
<div>
<ol>
<li id="cite_note-0"> <a rel="nofollow" href="http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Jaringan_komputer_biaya_murah_menggunakan_radio">http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Jaringan_komputer_biaya_murah_menggunakan_radio</a></li>
<li id="cite_note-1"> <a rel="nofollow" href="http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Sejarah_Internet_Indonesia">http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Sejarah_Internet_Indonesia</a></li>
<li id="cite_note-1"> <a href="http://tskau0.tripod.com/sejarah_singkat_internet.htm">http://tskau0.tripod.com/sejarah_singkat_internet.htm</a></li>
</ol>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/monyotlu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/monyotlu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/monyotlu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/monyotlu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/monyotlu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/monyotlu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/monyotlu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/monyotlu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/monyotlu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/monyotlu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/monyotlu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/monyotlu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/monyotlu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/monyotlu.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=monyotlu.wordpress.com&amp;blog=12654566&amp;post=3&amp;subd=monyotlu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monyotlu.wordpress.com/2010/03/21/sejarah-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b4a589159f278d161b9f70499df67e3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">monyotlu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://monyotlu.wordpress.com/2010/03/17/hello-world/</link>
		<comments>http://monyotlu.wordpress.com/2010/03/17/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 02:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>monyotlu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=monyotlu.wordpress.com&amp;blog=12654566&amp;post=1&amp;subd=monyotlu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/monyotlu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/monyotlu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/monyotlu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/monyotlu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/monyotlu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/monyotlu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/monyotlu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/monyotlu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/monyotlu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/monyotlu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/monyotlu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/monyotlu.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/monyotlu.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/monyotlu.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=monyotlu.wordpress.com&amp;blog=12654566&amp;post=1&amp;subd=monyotlu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://monyotlu.wordpress.com/2010/03/17/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b4a589159f278d161b9f70499df67e3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">monyotlu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
